Thursday, October 23, 2008

Room Mate [Hamkhaneh]

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Begitu membaca sinopsis film Room Mate (Persia : Hamkhaneh) spontan aku langsung menyatakan harus menonton film yang di-sutradarai oleh Mehrdad Farid (Nih sutradara tahun 2002 pernah dapet official selected in the 59th Venice International Film Festival – Italy, winner of the Golden Olive Prize in Kalamata International Film Festival-Greece, winner of the Audience’s Prize for Best Film in Hall International Film Festival – England dalam filmnya yang berjudul Afghan Children (Haaah??? Aaffgaaaannnn....*husah yang pasti gak ada hubungan sama kembaran daku yang satu ituh ;-p).
Berkat rahmat Allah SWT akhirnya daku dapat tiket dari Astro Oasis nonton di Blitzmegaplex Grand Indonesia.[Thanks, Jeng Nad ;-D] Hhhmmm...ditraktir popcorn and softdrink juga loh, pulangnya dikasih goodiebag trus kalau nulis resensinya dapet souvenir. (Kebanyakan intro-nya kapan daku nulis resensi-nya yak? ;-p)
Let’s start! Seorang mahasiswi yang tinggal serumah dengan mahasiswa yang bukan muhrimnya? Huuuu...daku bangeeeet! ;-D Hahaha, tapi ini di Iran, Jeng, bukan di NZ. Di NZ mah cuek ajah, tapi kalau di Iran yang hukum agama Islam dan hukum sipil-nya mempermasalahkan hal ini?! Ngerti khan kenapa aku napsu banget pengen nonton film ini?! Jelaaaas, pengen compare juga antara pengalaman pribadi-ku nge-roommate sama cowok di NZ dengan pengalaman Mahsa (diperankan Bita Saharkhiz) yang nge-roomate dengan Jamshid (Ali Reza Ashkan).
Mahsa dan Jamshid terpaksa berbohong, mengaku sebagai suami istri agar dapat menempati rumah milik seorang nenek yang akan ke luar negeri selama 3 bulan. Tetapi baru sehari Mahsa menempati rumah di Teheran itu Fakhri (nenek pemilik rumah) pulang karena visa-nya mengalami masalah. Mahsa dan Jamshid masih dibolehkan tinggal di lantai bawah rumah itu, sedangkan Fakhri tinggal di lantai atas. [Duuuh, daku jadi ingat waktu tinggal di New Lynn dengan kondisi yang sama, daku di lantai bawah dan landlord-ku yang muslim di lantai atas. Aku dan roommate-ku mengaku sebagai saudara sepupu! Hihihi....]
Saat harus serumah dengan Jamshid, Mahsa mengalami dilema, lebih tepatnya paranoid. Mahsa merasa ketakutan jika suatu malam Jamshid akan melakukan tindakan yang tidak sopan atau pelecehan terhadapnya karena kamar yang tersedia di lantai bawah hanya satu. [Kalau aku merasa dilema waktu ditawarin flat dengan 1 kamar. Serem aja kalau keluarga di Indonesia dengar bahwa daku tinggal se-flat berdua cowok yang kamarnya hanya 1, walaupun Bwanna – my flatmate – menyatakan akan tidur di ruang tengah bila kami mendapat flat yang kamarnya hanya 1. Alhamdulillah akhirnya kami mendapat 1 flat di Greenlane yang memiliki 2 kamar].
Bayangan Jamshid akan memperkosanya selalu terbayang di pikiran Mahsa, kamarnya selalu tertutup dan jilbab tidak pernah dilepaskan walau berada di dalam kamar tidur.[Nah, kalau aku dulu justru dilindungi Bwanna. Bahkan saat teman-teman bulek-nya mengadakan party di flat kami daku di”ungsikan” olehnya. Dia khawatir teman-teman cowok bulek tersebut akan minum alkohol sampai mabuk dan memperlakukan aku dengan tidak sopan.]
Mereka berdua berbelanja ke supermarket dan masak di dapur bersama, namun ketidak kompakan mereka menimbulkan adegan – adegan yang lucu. Hal yang sama yang sering aku dan flatmate-ku lakukan ketika di NZ, tetapi aku dan flatmate-ku kompak dooong!
Masalah memuncak ketika ayah Mahsa tiba – tiba datang ke Teheran dan berkunjung ke tempat tinggal anaknya. Mahsa dan Jamshid panik, mereka langsung menyingkirkan aneka benda yang dapat mengidentifikasikan bahwa mereka tinggal serumah. [Hihihi...daku jadi ingat ketika ayah flatmate-ku yang penerbang dan pas ada schedule ke Auckland. Ayahnya mampir ke flat kami bersama teman pilot lainnya. Bwanna langsung menyingkirkan benda-benda “terlarangnya” ke kamarku,”Please, An, bokap khan nggak bakalan masuk ke kamar loe!”. Daku kasih izin-lah, secara aku juga ngerti bahwa benda “terlarang” itu bukan miliknya pribadi, diantaranya minuman beralkohol dan majalah....*teeeeeetttt ; sensor.]
Film Iran ini merupakan komedi romantik, namun sama sekali tidak ada unsur “norak” seperti komedi romantik dari negara lain (termasuk Indonesia...ehhmm!) yang biasanya menjual unsur seksual sebagai subyek bahan tertawaan. Justru di film yang setting arena-nya terbanyak di dalam rumah ini memberikan pelajaran – pelajaran berumah tangga dari dialog – dialog yang keluar dari nenek Fakhri. Nenek Fakhri yang cerewet tidak dijadikan bahan bual-bualan seperti yang sering terjadi di film komedi “norak” romantik lainnya.
So, siapa bilang tinggal serumah dengan lawan jenis maka seorang gadis tidak dapat menjaga kehormatannya??? Tetapi ini di Iran, Jeng...norma hukum agama Islam harus tetap dipegang teguh! Emang sih, tetapi semua di film ini benar – benar tak ada kesan menggurui atau menghujat pihak manapun juga. Bahkan tak ada kesan sindir menyindir seperti film Indonesia kebanyakan. Salut deh untuk sineas Iran yang konon hukum beragama-nya ketat namun tetap dapat berkreatifitas dengan sangat cantik!
Buktikan sendiri deh, karena :
“Filem ini akan ditayangkan di Astro Oasis tahun 2009”


Thursday, October 16, 2008

Ikutan Kuis Smart di Space Toon

Baru juga sehari pulang kampung, eh langsung ditodong jadi peserta kuis Smart di Space Toon. Berhubung yang dicari anak SMP jadinya daku ngegaet Sekar yang awalnya stress waktu aku ajak. Secara dia khan seharusnya mau diikutin kuis untuk edisi penulis yang notabene lawannya juga penulis, tapi ternyata lawannya itu anak SD. Nggak bisa deh!

Yang namanya Space Toon sudah dapat diketahui bahwa itu station televisi acara untuk anak – anak. Jadi peserta kuis harus didampingi oleh orang tua. Kali ini (ceritanya...emang iye!) Sekar didampingi oleh tante-nya, yakni daku.

Jam 13 lewat 15 menit Anna, Sekar, Asti, Aril sudah sampai di studio SpaceToon Puri Indah. Baru sekali ini loh ke studio yang imut banget! Kami diantar sopirnya Sekar. Daku ngejinjing-jinjing kebaya-nya Dina yang memang disewakan untuk keperluan wisuda, pesta atau pementasan. Din, kebaya dikau bakal masuk tipi! Sekalian buat promosi gak apa-apa khan? ;-D

Awalnya daku bingung juga dengan thema edisi hari itu. Disuruh bawa kebaya, perasaan hari Kartini masih lama deh! Barulah misteri itu terkuak kala di ruang rias SpaceToon, Sekar diminta pakai toga wisuda. Jadilah daku ‘wanita pendamping wisuda’ (halllaaaahhh...jadi inget masa lalu, sering di”booking” cowok2 untuk ngedampingin mereka wisuda!..hahaha,,,ogah yeee,siapa loe?!). Ceritanya kali ini sebagai ortu yang mendampingi anak-nya wisuda.

Acaranya live, makanya saat presenternya, Kak Sam melontarkan pertanyaan yang mengandung unsur SARA daku gak bisa mencak-mencak. Bayangin dia nanya,”Tante-nya Sekar sudah menikah?” Haaah???! Sumpee daaah, kalau gak live daku bakalan minta retake tuh! Pokoknya kesimpulannya,”Available at this time!”...Ampun, Mak, kesannya gue jadi promo diri di tipi geneh! Berapa menit tuh ngebahas soal status daku yang masih dalam kondisi versi Friendster ‘It’s Complicated’? Terus waktu daku ditanya project daku selanjutnya, daku menjawab,”Sekolah lagi!”. Eh dengan pede-nya presenternya ngomong,”Laaah, Tante kok sekolah melulu? Kapan kawiiiinnnyaaa?!!” – Sumpeeee...untung (or sialnya?) acara ini live! Pokoknya hal ini bikin keluargaku ngeledekin aku habis-habisan!

Daku juga jadi merasakan “penderitaan” vocalis yang sering daku ledekin salah lirik karena kesulitan menghafal lagu neh...hahaha. Karena gak dikasih tahu untuk mempersiapkan ‘yel yel’, jadinya beberapa menit sebelum live daku komat-kamit ngehafalin lirik ‘yel yel’ yang daku adaptasi dari lagu ‘Bukan Superstar’-nya Project Pop.

Alhamdulillah, daku en Sekar masuk ke babak bonus. Alhamdulillah lagi, kami memperoleh hadiah bonus Rp 500.000 ,- karena kami berhasil  menjawab semua kata di babak bonus.

Hhhhmmmm...lama-lama daku terpengaruh sama si Yuli, sohib seperjuangan dalam mengikuti shooting di tv, ikutan kuis en nguber-nguber doorprize. Hehehe...asal jangan separah dia aje. Sorry, Yul, kalau loe baca inih ;-D

Tuesday, October 7, 2008

Akhirnya Mudik Juga

Takbir bergema pagi di Jogkarta. Yap, Idul Fitri tahun ini aku berada di “kotamu”-nya Kla Project. Pulang ke kotamu...Ada setangkup haru dalam rindu...Masih seperti dulu...(loh kok malah nyanyi? ;-p)

Semalam kami tiba di Jogjakarta. Buka puasa terakhir dengan seteguk air yang dibeli di Gombong Kebumen, dilanjutkan dengan Sate Ambal di Lajer – Ambal. Anna, Mbak Lien beserta Mas Tunggal sekeluarga berangkat dari Jakarta pagi hari dengan mengendarai Tavera yang dikemudikan oleh Mas Tunggal melalui jalur Selatan yang lancaaaarrr...Alhamdulillah, tidak sedikitpun kami terjebak macet. Padahal saat itu merupakan H-1. Bahkan kami sempat mampir di Rajapolah Tasikmalaya. Anna hanya membeli gantungan kunci dan sandal kayu yang modelnya girly...

“Sakit” gak seh, khan kami mau ke Jogja, tapi Anna bawa duitnya Euro! Perginya mendadak! Alhamdulillah seh, karena bawa duit rupiah-nya cekak jadinya daku gak kalap belanja. Selama di Jogjakarta kami menginap di rumahnya Galuh di Taman Cendrawasih Plemburan – yang lucunya Galuh malah ke Jakarta di lebaran hari ke-2 lantaran mau belanja di Mall Ambassador dan tiket pesawat Garuda yang harganya nggak sampai 400ribu. Di rumah Galuh daku merasa “terjamin”-lah, kamar full AC dengan kamar mandi dalam, mobil Honda CRV-nya Galuh  (walau masih ada Tavera, tapi khan nggak muat pas kita berombongan) dan....makan juga selalu ditraktir Mbak Yoen en Mas Tirto..hahaha. Galuh dah, keluarganya ke Jogja eh dia kok malah ke Jakarta.

Shalat Ied di Kantor Post Plemburan. Sampai dirumah bermaaf – maafan sambil makan opor dan ketupat. “Personel” yang ada saat itu : Anna, Galuh, Mbak Lien, Mas Tunggal, Mbak Rita, Sekar, Seno, Pandu, Mbak Yoen dan Mas Tirto. Usai makan kami langsung ke Klaten dengan 2 mobil (Anna naik CRV yg dikemudikan Galuh). Senang ih melihat hamparan sawah yang menghijau di Klaten, apalagi sempat berpapasan dengan barisan bebek – bebek yang diangon. Klaten itu tempatnya Yudist yang sedang sakit, jadi kami mengantar makanan lebaran ke dia. “Lucu” juga kalau dipikir dan kalau melihat foto2 Yudist ketika kecil, menghabiskan masa kanak2 di Pitsburgh Pensylvania USA dan disaat usia produktif berada di pedesaan nan tenang di Klaten Jawa Tengah. Allah senantiasa merahmati-mu, Dist.

RAWA JOMBOR, KLATEN JATENG * DAN KALIURANG DIY
Dari tempatnya Yudist kami meluncur ke 3 kilometer dari sana, yakni Rumah Makan Apung dan Taman Pemancingan Rowo Jombor. Disinilah berderet rumah makan yang “terapung”, sepeti rakit yang memanjang dan besar berderet. Kami-pun menikmati makan siang bersama di salah satu rumah makan dengan menu ikan air tawar. Pastinya di Rawa Jombor ini ikannya diperoleh di “empang” yang berada di bawah kami. Alangkah indahnya andai area Rawa Jombor dikelola dengan baik dan profesional. Ke tempat makannya kita naik rakit yang ditarik menggunakan tambang. Hehehe...seru juga berakit – rakit sekeluarga di hari raya bukan dalam keadaan banjir yang sesungguhnya.

Setelah luch kami langsung menuju Kaliurang. Melewati aneka tempat wisata yang hari itu ramai. Khususnya wisata Agrobisnis tuh! Kok akhir2 ini daku tertarik dengan Agrobisnis yak!? Udah mulai namem2 bawang di halama rumah neh. Secara di halaman rumah Pulomas emang udah bervariasi aneka tanaman, dari pohon Jati, Duren, Belimbing, Pisang, Mangga, sampai pohon Beringin tumbuh berkembang di Pulomas. Banjir ada bagusnya juga untuk memupuk tumbuhan tersebut.

Di Kaliurang kami hanya ke tempat monyet lompat-lompat aja! Trus menikmati pecel dan sekoteng. Ramai banget seh.....Niat mau ke Museum Ulen Sentalu gak jadi karena Mbak Rita mendadak maag.

 

DINNER DAN AIRPORT ADISUCIPTO
Anna, Pandu, Sekar, Mbak Lien, Mbak Yoen, Mas Tirto serta Galuh (sebagai sopir) naik CRV cari makan malam. Ampuuuun daaaah, tuh Jogjakarta udah seperti kota mati. Lebaran kok sepi banget yak?! Udah gitu hampir semua tempat makan tutup semuuuaaaa...Kalau lihat kondisi seperti ini daku mikir, Jakarta katanya sepi banget saat lebaran tapi ternyata di Jogjakarta-pun nggak kalah sepi! Sepertinya yang ramai hotel – hotel dan tempat hiburan deh! Lah tadi di Klaten yang notabene pedesaan aja sepi gituh – gak ada suasana lebarannya acan. Apalagi menurut kabar di tipi en koran jalanan H-1 jalanan menuju “Jawa” macetnya ampun2an sedangkan kami kemarin “mak looooss” aja sampai Jogjakarta...

Akhirnya kami dapat juga tempat makan, Mie PASAR Baru Jakarta di Jln.AM Sangaji. Jauh – jauh ke Jogjakarta makannya di Mie “Jakarta” juga. Grup Pringsewu yang justru belum buka cabang di Jakarta. Daku pesan Mie Pelangi Komplit (Mie 3 warna, hijau – mie terbuar dari Sawi, merah – dari Wortel dan mie kuning telor pada umumnya). Niiih tempat makan lumayan ramaaaiiii....

Usai makan kami menuju Adisucipto Airport untuk menjemput Ibu dan Mbak Wien dari Jakarta. Mereka tadi pagi lebaran dulu di Jakarta. Dan jam 20.00 pesawat Mandala yang mereka tumpangi tiba di Jogjakarta.

Jam 22.00 kami memanggil tukang mie dokdok yang lewat depan rumah. Daku makan lagi deh, Mie Godog ala Jogjakarta seharga Rp 5000 ,-/piring.

Jam 23.00 daku langsung bobo, besok pagi agenda acara telah tersusun – ke Kebumen pagi hari. Shubuh nganter Galuh ke airport (rencananya!).

Senang deh akhirnya daku bisa lebaran di daerah lagi, terakhir lebaran di daerah tahun 2003 – di Jogjakarta juga. Waktu itu di tempat Mbak Naning di Maguwoharjo seberang airport.Tahun 2003 setelah shalat Ied kami ke Prambanan,siangnya lanjut ke Jatim dan Bali.

Semoga amal ibadah kita semua diterima-Nya. Mohon Maaf Lahir dan Bathin untuk semuanyaaa......

*Foto 1 : Honda CRV yang Anna tumpangi dalam menuju Klaten dipotret Sekar dari Tavera
 Foto 2 : Naik rakit di Rumah Makan dan Pemancingan Rawa Jombor, Klaten - Jateng
 Foto 3 : Tempat-nya Yudist di Klaten Jateng

Monday, September 15, 2008

Selamatkan Bangsa Indonesia

http://selamatkanbangsa.blogspot.com/
Kalau Anda Anak Muda Indonesia yang sedang bermasalah dengan Aliran Sesat di sekolah, kampus, rumah dan kantor? Waspadalah, laporkan ke polisi terdekat. Selamatkan Indonesia dari Aliran Sesat

Kalau daku pribadi sih sebenarnya nggak enak kalau menyatakan kelompok2 yang tercantum di web ini adalah 'aliran sesat' karena secara yang jelas2 lebih sesat nggak termasuk dalam kelompok diantaranya.
Tetapi kelompok2 yg tercantum di site ini memang harus diwaspadai!
Semoga kita semua selalu berjalan di jalan yang lurus dan benar, tanpa didomplengi oleh pihak2 yang memanfaatkan 'kebodohan' kita utk kepentingan kelompok mereka.

Zakat, Infak dan Sedekah Yuk!

Bukannya mau ikut – ikutan trend, tapi namanya ZIS itu benar – benar bikin kecanduan...hehehe...Kalau nggak percaya silakan aja coba ndiri, tetapi yang harus ditekankan adalah melakukannya semata untuk mendapatkan ridho Allah swt dan ikhlas seikhlasnya karena Allah. Bukan karena ingin dapat pahala atau balasan berlipat ganda, misalnya mengeluarkan ZIS karena maksud tertentu bersifat duniawi atau membayar ZIS supaya nominalnya berlipat ganda (halaaah, kalau niatnya ini mah mendingan ke casino aja gih, ntar daku ajarin nge-bet yang bener deh supaya menang ;-p)

Kenikmatan ZIS semata karena-Nya tidak dapat diungkapkan dengan kata – kata deh. Bahkan dari infak 25 rupiah bisa terkumpul ratusan juta rupiah. Nggak percaya??? Check aja di Tip Top Rawamangun yang kembalian ceperannya disalurkan untuk infak ke Dompet Dhuafa.

Mulailah mengeluarkan ZIS dari sekarang. Bahkan pajak penghasilan kita dapat terkurangi kalau kita memiliki bukti bahwa kita telah membayar pajak. Ayo dong ikut mengentaskan kemiskinan di negeri tercinta Republik Indonesia.

Cara ber-ZIS zaman sekarang juga semakin mudah, bisa transfer bank, via SMS, via internet bahkan pakai paypal! Mempermudah saudara – saudara di luar negeri nih.ZIS juga bisa dijemput untuk kota tertentu (tuh khan, ZIS beda dengan jalangkung yang datang gak dijemput en pulang gak dianter....;-p). Sangat disarankan untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi atau panti asuhan atau komunitas resmi, minimal agar tragedi Zakat Pasuruan yang menewaskan 21 orang tidak terulang kembali.

Nah...mumpung masih bulan puasa, silakan yang mau ber-ZIS  menyalurkan ke lembaga – lembaga dibawah ini :

Badan Amil Zakat Nasional : http://www.baznas.or.id

Bersama Dhuafa Bangun Indonesia Emas – UPZ ESQ : http://www.upz-esq.org

Lembaga Amil Zakat Al Azhar : http://www.alazharpeduli.com

Lembaga Kemanusiaan Nasional : http://www.pkpu.or.id

Lazis Muhammadiyah : www.lazismu.org

Pendidikan untuk Yatim : http://www.rumah-yatim.org

Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an di : http://www.pppa.or.id

Dompet Peduli Ummat Dararut Tauhiid : http://www.dpu-online.com

Dompet Dhuafa Republika : http://www.dompetdhuafa.or.id


KOMUNITAS LAIN

9 Planets Community
Selain itu kalau kalian ingin infak/wakaf buku – buku, ATK dan alat pendidikan lainnya, silakan salurkan ke 9 Planets Community. Komunitas ini memang bukan lembaga ZIS namun saat ini fokus ke dunia kreatifitas dan prestasi kaum muda di Indonesia, antara lain : mendirikan learning centre, fun entrepreneurship for young people, partisipasi kompetisi untuk anggotanya, peningkatan prestasi muda Indonesia dalam segala bidang, cinta lingkungan, dll. Bagi donatur diberikan kesempatan untuk menjadi volunteer aneka kegiatan yang pastinya asyik dan dapat menambah pengalaman plus menambah prestasi karena kalian akan masuk dalam komunitas 9 Planets.
Bagi yang ingin menyalurkan donasi ke 9 Planets Community (baik berupa cash maupun barang) , silakan PM ke saya ( balqis57 ). Insya Allah nanti diberitahu nomer rekening atau alamat pengirimannya. Plus akan diberitahu kegiatan apa saja yang bisa kalian ikut berpartisipasi.

Forum Lingkar Pena
Komunitas Penulis Islami terbesar di dunia. Napoleon Bonaparte itu lebih takut dengan pena loh dibandingkan dengan senjata fisik. Perang pena lebih ditakuti olehnya. Kalau kalian mau berjihad melalui pena, silakan belajar menulis sekaligus salurkan donasi kalian ke FLP masing2 wilayah.

Pic : Buku Panduan ZIS oleh Drs.K.H. Didin Hafidhuddin,M.Sc terbitan GIP. Anna beli bukunya pas launching en bedah buku di Gunung Agung Kwitang beberapa tahun lalu. Jadi bukunya ada tandatangan penyusunnya. Isi buku tanya jawab ZIS. Bukunya skrg lg dipinjemin ke Dian.

Friday, August 29, 2008

Aksi Bersih WWF




AKSI BERSIH GEDE PANGRANGO WWF INDONESIA
Saya pikir siang itu Gede Pangrango mendapat kehormatan didatangi oleh sekitar 50an pemulung dari kota. Para pemulung yang dengan sukarela memunguti sampah diseputaran air terjun Cibeureum yang terletak 2,9 kilometer dari balai Taman Nasional Gede Pangrango. Balai Besar yang baru setahun diresmikan oleh Menteri Kehutanan K.S Kaban.
Anna turut menjadi pemulung bersama WWF Indonesia. Jam 8 pagi kami start dari depan kantor WWF Indonesia di Kawasan Mega Kuningan. Anna duduk di bus rombongan di deretan paling depan bersama Ulfah, sesama kordinator Bumiku Satu nih. Pasang ancang – ancang duduk paling depan dan dekat jendela supaya bisa dengan tenang menikmati perjalanan, eh ternyata selama perjalanan kita tidak bisa duduk dengan “tenang”. Semua harus berpartisipasi ikutan games yang diadakan oleh panitia. Biasanya Anna tuh suka pusing kalau dalam perjalanan “pecicilan”, tapi Alhamdulillah kali ini tidak tuh. Walaupun kelompok Anna kalah melulu dalam games tersebut, sampai dituduh bahwa kelompok ini adalah beranggotakan anak – anak tidak peka panca indra sekaligus autis. Bodo’ ah emangnye daku pikirken! Semua orang juga ngerti kalau daku autis...hahahaha....
Dikarenakan di Ciawi kami terkena macet, jadi kami sampai di Cibodas pukul 11. Langsung deh kami coffe break, minum teh , bandrek plus cemilan khas Indonesia – ubi/ketela rebus and getuk. Hhhmmm....nikmatnya!
Peserta dibagi dalam 5 kelompok. Anna dan Ulfah masuk kelompok 4 bersama 3 murid SPH alias Sekolah Pelita Harapan. Peserta memang banyak yang masih sekolah, mereka datang berkelompok – dari Sekolah Pelita Harapan dan BINUS High School. Pokoknya pemulung kali ini benar – benar elit deh! Dan banyak diantara mereka yang membawa DSLR lengkap dengan lensa-nya yang kalau ditotal berharga puluhan juta. Gaya mereka membawa SLR tersebut cukup prof, gak sekedar terlihat orang yang berduit tapi sok punya-punyaan tapi bingung makek-nya.
Perjalanan dimulai setelah kami menciptakan yel yel masing – masing kelompok, en foto-fotoan, mumpung tampang pada belum jelek – jelek banget! Yang pasti foto kita bakal ke-publish sampai keluar benua dong. Minimal ke network WWF ...hehehe....
Trekking 2,9 km (2 x pp = hampir 6 km)di tengah hutan dengan jalan setapak menanjak bukanlah hal yang mudah bagi mereka yang biasa sekolah di sekolah elit, tapi mereka tetap berjalan tanpa mengeluh. Ketakutan sama tawon hutan dan teriak – teriak manja sih hal yang wajar-lah. Kami beristirahat makan siang di Telaga Biru. Bravo deh kalau WWF Indonesia punya acara. Segala hal persiapannya mantap, termasuk kordinasi sampah bekas makan siang. Sedikitpun tak ada sampah yang kami tinggalkan.
Di jembatan kayu kami sempat berhenti untuk berfoto ria. Anna dan Ulfah sempat diminta foto bersama dengan beberapa cowok Arab. Anna pikir mereka minta tolong supaya Anna dan Ulfah memotret mereka, ternyata mereka minta kami berfoto bersama mereka untuk ditunjukkan ke orang – orang di negaranya, di Saudi Arabia. Haaaahh???!! So dengan tampang pasrah daku berpose bersama mereka. Setelah itu Anna bilang ke Ulfah,”Fah, nanti di Arab mereka bilang loh kalau ini adalah foto istri2 kontrak kami di Indonesia!”
Serentak Ulfah loncat – loncat panik. Anna ketawa aja ngelihat dia yang panik gituh.”Berpikir positif aja ah...” Ulfah sok menghibur diri. Iya deh, Fah.
Sampailah kami di air terjun Cibeureum. Istirahat dan berfoto sejenak, kemudian ....ACTION!!! Kami mulai memunguti sampah-sampah yang ada disana. Kebanyakan sampah kecil yang menurut pembuangnya adalah tidak mengganggu lingkungan. Misalnya : sobekan dan bungkus permen, sisa puntung rokok, segel minuman mineral dan sedotan! HARAP DIKETAHUI : Jagalah harga diri Anda dengan tidak membuang sampah “kecil” sembarangan. Hal yang kelihatan sepele itu sangat mempengaruhi kerusakan bumi yang diciptakan-NYA untuk kita semua. Alam bisa hidup tanpa kita, tetapi kita tidak dapat hidup tanpa Alam. Aksi bersih Gede Pangrango sudah dimulai sejak tanggal 1 sampai tanggal 10 oleh berbagai lembaga/organisasi, jadi dapat dibayangkan mereka yang “kebagian jatah” membersihkan sampah saat hari pertama. Konon sampah bermerek menebar mengalahkan merek yang ada di supermarket.
Aku mencintai alam ini karena alam ini diciptakan oleh Maha Tunggal yang aku cintai dan DIA juga mencintaiku.
Beribu – ribu salut melihat adik – adik dari SPH dan BINUS yang secara tingkat perekonomian sangat berada (Pendaftaran en bayaran sekolah perbulannya aje berape? ;-)) tanpa keluh memunguti sampah yang berserakan, bahkan hingga pinggir – pinggir “jurang”.
Sore menjelang kami turun. Beberapa diantara kami merasa nyeri di kaki, termasuk daku yang sejak awal sudah lecet. Tetapi kami benar – benar senang dan menikmati aktifitas ini. Membersihkan alam dengan ACTION nyata. Kompak bekerja tanpa aneka meeting, bahkan kebanyakan diantara kami baru mengenal saat itu.
Menjelang Maghrib kami sampai di Balai Taman Nasional, semuanya langsung berbelanja strawberry, cherry, dan aneka barang dagangan yang dijual oleh penduduk setempat. Tidak ada kesan tawar menawar dengan gaya ngotot karena sepertinya mereka membeli semuanya karena (salah satunya) berbagi kebahagiaan dengan para penjual yang ada disana. Beberapa diantara kami pulang dengan kendaraan pribadi yang menjemput mereka.
Kami tiba dengan selamat di Kawasan Mega Kuningan – depan Kantor WWF Indonesia pukul ½ 9 malam. Sampai ketemu di program berikutnya!

Monday, August 25, 2008

Jihad Terlarang : Cerita Dari Bawah Tanah

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Mataharitimoer
Kalau beberapa bulan lalu aku disodorin buku ini untuk dibaca pasti aku membacanya akan memerlukan waktu yang lama, tapi tidak kali ini. Buku ini aku lahap hanya beberapa jam saja, itupun sambil mengerjakan tugas yang lain. Kalau nonstop, mungkin sekitar 2 jam sudah aku selesaikan.
Novel ini asyik, based on true story mantan aktivis Islam garis keras lebih dari 10 tahun. Menurut Herawatmo dari Rakyat Merdeka Online gaya penulisan dan isi novel membuatnya patut disandingkan dengan Atheis-nya Achdiat K.Mihardja...Sungguh Dasyat! Sayang kalau buku ini hanya dinikmati kovernya saja... (Wah, aku belum sempat membaca Atheis,tapi memang buku ini sayang kalau dinikmati kover-nya saja yang justru terkesan “sangar”)
Setelah membaca novel ini maka semakin-lah aku terhadap kelompok ini. Penulis novel ini memaparkan dari awal hingga ia keluar dari kelompok pergerakan underground yang mempunyai tujuan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dijelaskan bahwa beberapa puluh tahun lalu pergerakan ini memiliki tujuan yang baik, namun perpecahan terjadi (dan dimanapun yang namanya oknum selalu saja ada selama kita masih berada di dunia) dalam tubuh pergerakan bawah tanah ini yang mengakibatkan pergerakan ini menjual agama demi kepentingan pribadi para pemimpinnya. Hingga tujuan pergerakan saat ini sudah tidak murni lagi, bahkan cenderung menzhalimi orang di luar kelompoknya. Salah satu kezhaliman yang mereka lakukan adalah menganggap orang yang belum bershahadat disaksikan kelompoknya masih kafir. Wanita dapat menikah tanpa wali apabila wali-nya belum masuk dalam kelompok ini. Suatu hal yang melanggar rukun nikah dalam Islam bukan? Kezhaliman yang mereka lakukan juga dengan mengatakan bahwa sepasang suami istri masih melakukan zinah apabila “hanya” menikah di KUA – bukan di Lembaga Munakahat, lembaga pernikahan kelompok mereka.(Dari sini juga aku jadi inget peristiwa di Jogjakarta, waktu aku naik taksi tukang taksinya bilang kalau tetangganya berjilbab banyak yang hamil diluar nikah. Bikin muka daku panas dengarnya. Sekarang aku ngerti deh, bahwa mereka mungkin sudah nikah tapi di Lembaga Munakahat ini – bukan di KUA sehingga tidak ada orang lain yang mengetahui, termasuk keluarganya yang bukan kelompok ini! Hiiii...salah satu “manfaat” menikah khan menghindarkan fitnah, kok malah menciptkan fitnah gini seh?)
Royan, tokoh utama novel ini tergambar kritis dan cerdas walaupun tidak berpendidikan tinggi. Barangkali hal tersebut refleksi dari kegemaran membaca yang dibiasakan oleh ibu-nya. Walaupun menyimpan trauma, tidak ada kesan Royan menjelek – jelekkan kelompok ini, namun tetap ia menyatakan bahwa banyak penyimpangan ajaran Islam dalam kelompok ini, dan itu dapat diketahui apabila orang yang masuk di dalamnya kritis dan cerdas.
Kelompok bawah tanah yang sejak dulu gembar gembor ingin menggulingkan kekuasaan Orde Baru (khususnya Bpk Soeharto), namun saat Presiden ke-2 RI lengser di bulan Mei 1998 tidak ada satu tokoh dari kelompok bawah tanah ini yang terlihat oleh Royan. Padahal menggulingkan pemerintahan yang thagut (maksudnya RI) merupakaan “tema utama” pergerakan ini.
Halaman 363: “Yang membuatku masih terus bertanya – tanya adalah, hingga saat ini mereka masih eksis dengan rutinitas pergerakan yang tak pernah berubah.Entah apa yang sekarang menjadi tema perjuangan mereka. Mungkin para pemimpin sakralnya saat ini sedang sibuk mencari dalil dan dalih agar “sumber kehidupannya” tak punah dan tak ditinggalkan oleh semua kader – kader itu mengetahui dengan siapa sebenarnya mereka berpetualang, dimana sebenarnya mereka berkubang........
Yang pasti buku ini sangat perlu dibaca oleh para mahasiswa/mahasiswi yang sedang menjadi jati diri dan kebenaran hakiki agar kuat memiliki pegangan jika ada orang dari kelompok ini yang “menghujani” mereka dengan ayat – ayat Al Qur’an namun hanya demi kepentingan kelompok mereka.

Beberapa endorsment pada buku ini

Novel yang sangat menarik! Kisah aktual dari dunia yang penuh misteri, ganas,eksklusif, mengatas namakan Tuhan – sebuah perbuatan yang berlawanan dengan ruh Al Quran tenatng cara damai dan beradab dalam mencapai sebuah tujuan...
-Ahmad Syafii Maarif, Sesepuh Muhammadiyah

Makna jihad yang sering dipahami dengan salah kaprah oleh banyak orang dibongkar dengan unik oleh Mataharitimoer.
-Enison Sinaro, Sutradara Film Bom Bali Long Road To Heaven

Baru kali ini ada sebuah buku yang memaparkan kehidupan seorang manusia yang sangat tersembunyi.
-Alchaidar, Mantan Aktivis NII (Negara Islam Indonesia

Novel ini membuka tabir sebuah gerakan yang mengklaim kebenaran hanya ada dipihaknya.Sungguh menggugah.
-Herry Muhammad, GATRA

Membaca novel ini akan menambah wawasan bagaimana serunya pergolakan dalam sebuah harakah (gerakan)
- Fauzan Al-Anshari, Juru Bicara Majelis Mujahidin Indonesia