Showing posts with label lomba. Show all posts
Showing posts with label lomba. Show all posts

Thursday, July 3, 2008

Lomba Penulisan Esai Melalui Cerita Pendek

MAU JALAN-JALAN KE KOREA GRATIS???
IKUTI LOMBA PENULISAN ESAI "MENGENAL MASYARAKAT DAN BUDAYA KOREA MELALUI CERITA PENDEK"

Korean Literature Translation Institute (KLTI) dan Indonesia Culture Center Seoul (Pusat Budaya Indonesia, Seoul) bekerja sama dengan Program Studi Indonesia dan Program Studi Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) dan Penerbit Gramedia Pustaka Utama akan menyelenggarakan lomba penulisan esai yang membahas atau mengapresiasi buku antologi cerpen Laut dan Kupu-Kupu (terjemahan Koh Young Hun dan Tommy Christomi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007). Lomba dengan tema "Mengenal Masyarakat dan Budaya Korea melalui karya sastra (cerpen)" bertujuan memperkenalkan kesusastraan, masyarakat dan kebudayaan Korea melalui karya sastra (cerpen) serta membuka jalan bagi usaha mengenal kebudayaan dan masyarakat Korea lebih dekat

Ketentuan Umum
  • Lomba ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang pada tahun 2008 berusia tidak lebih dari 40 tahun (dibuktikan dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk atau kartu identitas lainnya).
  • Biodata dan alamat lengkap (termasuk nomor telepon, ponsel, dan e-mail) disertakan di luar naskah lomba.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah lomba.
  • Naskah lomba belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun.
  • Naskah lomba ditulis dalam bahasa Indonesia yang kreatif dan merupakan karya asli.
  • Panjang tulisan untuk lomba ini minimal 4 halaman kuarto atau A4 dengan huruf standar (Times New Roman, 12), 1,5 spasi dan maksimal 10 halaman (2000--4000 kata).
  • Naskah lomba dikirim kepada Panitia sebanyak 5 (lima) kopi, selambat-lambatnya tanggal 29 Agustus 2008 (stempel pos).
  • Di sebelah kiri amplop dan di dalam setiap naskah lomba hendaknya dicantumkan keterangan: LOMBA PENULISAN ESAI : MENGENAL MASYARAKAT DAN BUDAYA KOREA MELALUI CERITA PENDEK
  • Naskah lomba dialamatkan kepada: Panitia Lomba Penulisan Esai: Mengenal Masyarakat dan Budaya Korea melalui Cerita Pendek Dengan Alamat: Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok, 16424, telepon (021) 78881018, 7863528, faks. (021) 78881018, email: lombaesaikorea@yahoo.com
  • Keterangan lebih lanjut mengenai lomba ini, boleh ditanyakan kepada Sdr. Prisila Limbong, Program Studi Indonesia, telepon (021) 78881018, Faks. (021) 78881018.
Ketentuan Khusus
  • Bentuk tulisan berupa esai dengan gaya bahasa yang cair, kreatif, dan tidak dalam bentuk makalah ilmiah.
  • Peserta lomba adalah perorangan, bukan kelompok.
  • Setiap pengutipan hendaknya tidak lebih dari delapan (8) baris dari teks aslinya dengan mencantumkan nomor halaman teks yang dikutip. Tidak dibenarkan menggunakan catatan kaki (footnote).
  • Naskah lomba belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba lain.
  • Lomba ini mendasari kajian atau apresiasi pada buku antologi cerpen Laut dan Kupu-Kupu (terjemahan Koh Young Hun dan Tommy Christomi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007). Ulasan atas cerpen lain di luar buku itu diizinkan sejauh mendukung dan ada relevansinya dengan cerpen-cerpen yang termuat dalam buku Laut dan Kupu-Kupu.
  • Peserta yang kesulitan untuk mendapatkan buku Laut dan Kupu-Kupu, dapat menghubungi Penerbit Gramedia Pustaka Utama melalui Sdr. Wina, telepon: 021-53677834 ext 3252, email: telemarketing@gramedia.com (subyek: lomba esai kumcer Korea).
    Penerbit akan memberikan rabat sebesar 25% untuk setiap pemesanan langsung ke Penerbit (diskon tidak berlaku di toko buku). Ongkos kirim untuk wilayah JABODETABEK sebesar Rp. 5000 ditanggung oleh pemesan.
Hadiah
Juara I  Rp 2.500.000,00
Juara II  Rp 2.000.000,00
Juara III  Rp 1.500.000,00

Juara 1--2 juga akan mendapat kehormatan untuk berkunjung ke Korea atas tanggungan Panitia (Tiket PP Jakarta--Seoul, Seoul--Jakarta, Fiskal, akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Korea). Panitia tidak menanggung biaya pembuatan paspor dan visa.

10 esai terbaik di luar Juara I--3 akan mendapat hadiah masing-masing @Rp 1.000.000,00



Lain-Lain
  • Pengumuman Pemenang dan penyerahan hadiah dilaksanakan tanggal 23 September 2008 di FIB-UI dan akan dipublikasikan secara nasional melalui media massa cetak ibukota dan website Gramedia Pustaka Utama, www.gramedia.com
  • Panitia berhak mengedit jika dianggap perlu bagi naskah yang akan diterbitkan.
  • Hak cipta naskah lomba ada pada penulis naskah.
  • Panitia berhak membatalkan keputusan dewan juri jika diketahui peserta lomba melanggar ketentuan khusus.
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat-menyura
Sebenarnya daku udah ogah ikut lomba2.....ikut gak yaaa?? *mikir, sambil ngecek tumpukan tugas tulisan lainnya. Masih ada homework 7 naskah yang harus diselesaikan bulan Juli '08 ;-D Ikut lomba buat refreshing aja deh...jadi kalau emang sempet ikutan aaah. Hhhmmm...apalagi barusan lagi mikir2 ini, chatmate-ku yg di Korea masuk online di Y!M...hehehe...gak ada hubungannya ;-p
 Poto punya korea.net

Friday, February 22, 2008

Road Show : I LOVE COOKING

Start:     Mar 9, '08 09:00a
Location:     PapaRon's Pizza, Warung Jati - Jakarta Selatan
Nine Planets Learning Club akan mengadakan event : Roadshow Buku 'I Love Cooking' karya Sekar Nakula, Penerbit : DAR!Mizan. Dengan event ini semoga murid-murid semakin mencintai dunia kuliner yang sesuai dengan murid-murid TK dan awal SMP.

Bulan Maret 2008 ini diadakan di Jakarta dengan 2 lomba, yaitu :

Lomba dekorasi pizza bersama pendamping (orang tua/kakak/guru/pengasuh atau > 13 tahun) untuk anak-anak usia 4 tahun s/d 7 tahun
Lomba Menggambar Thema : Kuliner, untuk anak usia 8 tahun s/d 12 tahun

Pendaftaran lomba :
Rp 60.000 ,- untuk Lomba Dekorasi Pizza bersama pendamping
Peserta mendapatkan : Buku 'I Love Cooking', pizza karya peserta, 1 softdrink dan sertifikat.
Rp 50.000 ,- untuk Lomba Menggambar Kuliner
Peserta mendapatkan : Buku 'I Love Cooking', 1 slice pizza dan 1 softdrink.

Acara diadakan :
Hari/Tanggal : Ahad/9 Maret 2008
Tempat : Papa Ron's Pizza, Warung Jati - Jakarta Selatan

Info lebih lanjut, hubungi : 081514469637 (Sdri.Dian)

Saturday, May 26, 2007

Lomba Modifikasi Busana & Aksesoris Turkey







Lomba Modifikasi Busana & Aksesoris Turki ini ditujukan kepada pria dan wanita yang dibagi ke dalam 2 kategori:

kategori remaja (usia 13-19 tahun)

kategori dewasa (20 tahun keatas)

Hari dan Tanggal : Minggu, 5 Agustus 2007

Tempat : Kharisma Bangsa School , Pondok Cabe

Para peserta lomba akan memeragakan busana & aksesori yang mengandung elemen budaya Turki pada hari pelaksanaan lomba.

Peserta dinilai kemampuannya dalam memodifikasi busana & aksesoris khas Turki.

Busana tidak harus busana traditional Turky.

Info Pendaftaran Lomba : 021-93786101[Sdri.Ely] atau 0818477757


Women's Clothing [From : allaboutturkey.com]

For many centuries during the Seljuk and most of the Ottoman period, women's articles of dress were similar to those of men and bore the same name. The main items were the salvar (ankle-length trousers - pronounced shal-vhaar), gömlek (under tunic - pronounced ghoem-lhekh), hirka (cardigan - pronounced kher-kah), entari (gown - pronounced aehn-tah-ree) which could sometimes be called a kaftan (caftan - pronounced khahf-tahn) and ferace (overmantle - pronounced feh-rah-djeh) which was for wearing out of doors. Apart from the quality of the fabrics, there was little difference in style or articles of dress between rich and poor, nor between those of Muslim or non-Muslim women.

Because Islam forbade women to appear unveiled before men other than their husbands and close relatives, women's outdoor clothing was subject to strict regulations. During the Anatolian Seljuk period women covered their heads, but were not veiled, as we learn from contemporary visual material. For summer they were made of silk, and for winter of wool, often lined with fur. Through the 16th and 17th centuries the style of the ferace remained unchanged. the yasmak (pronounced yhash-mahkh) consisted of two pieces of fine white muslin covering the head, the upper piece tied around the forehead and the lower piece across the mouth below the nose. Over this was a pece (veil pronounced pech-eh).

From the turn of the 18th century changes began to come about in feraces and veils. A broad collar, about a handspun in width was added to the ferace leaving the neck slightly open, and Muslim women began to wear feraces of pastel colors (referred to as "unseemly colors" in proscriptive laws of the period) in fine fabrics. What is more, the fabric of veils, became more transparent, and with the introduction of hotoz (high cap) which added height to the headdress, veils began to be tied more loosely, and to be adorned with gold thread of various types.

Far more detailed information is available about the dress of the 16th and 17th centuries, after Istanbul became the capital of the Ottoman Empire. The main items of dress for women were again ankle-length trousers, long sleeved under tunics made of seersucker gauze (bürümcük - bue-ruem-djuek) reaching down to the ankles, a cardigan and a gown, which was sometimes called a caftan, and which could have either short or long sleeves. A diversity in minor modification of detail, such as the cut of the cuff or tightness of the bodice, emerged in women's dress in the early 18th century, the period known as the Tulip Era. It was during this period that the trousers became baggier. The miniatures of Levni and Abdullah Buhari also depict the dress of the time in close detail.

The headdresses worn by women in the 12th to 14th centuries are illustrated in miniatures, tiles and stone carvings. Seljuk women usually wore their hair in braids down to their ankles. They either wore embroidered cloths on their heads or a diadem adorned with a gem in the shape of a drop in the center of the forehead. From the early 17th century onwards women's caps worn in the Capital Istanbul became lighter, tapering towards the top. as is manifested by extant examples. Towards the middle of the century hotoz (a type of cap reminiscent of the bogtag), worn by the Ilkhanid period palace women, with a narrow base and broad crown came into fashion. In the Istanbul of Ahmed III, when the Ottoman Empire was relatively undisturbed by political troubles, women's headdresses began to take a diversity of exaggerated forms, quite unlike those of earlier periods. Hotoz with a one-sided brim curving over one shoulder is the most striking innovation of this period. During the reign of Mahmud I and his successors, women's headdresses were widely varied and ornate.

Lomba Menggambar Turky



Foto - foto ini adalah bagian dari foto yang akan dipamerkan pada event Festival Turky di Kharisma Bangsa School.

Pictures taken by : Dina Mardiana ketika mendapatkan beasiswa belajar bahasa Turky dari pemerintah Turky.


Lomba menggambar ini ditujukan bagi anak-anak yang dibagi ke dalam 2 kategori:

kategori I untuk usia 6-9 tahun

kategori II untuk usia 10-13 tahun.

Lomba ini mengambil tema tentang Turki.

Tanggal Pelaksanaan Lomba : Sabtu, 4 Agustus 2007

Bertempat di : Kharisma Bangsa School, Pondok Cabe

Pendaftaran peserta lomba dilakukan sejak 27 May 2007, ditutup apabila quota telah terpenuhi.

Penjurian dilakukan pada hari itu juga oleh juri yang ditentukan panitia dan akan dipilih tiga orang pemenang utama dan beberapa pemenang hiburan.

Semua pemenang mendapatkan sertifikat dari panitia.Serta kesempatan mendapatkan doorprize bagi seluruh peserta.

Biaya pendaftaran Rp 50.000 ,- [Kertas, Crayon,Snack]

Info pendaftaran lomba : 081514469637 [Ibu Dian] atau 0818477757 [Nine Planets]

Saturday, May 12, 2007

Lomba Menulis Esei Populer Tentang Turki

LOMBA MENULIS ESEI POPULER TENTANG TURKI

Tema Lomba (pilih salah satu):

1. “Apa Yang Saya Ketahui Tentang Turki”

2. “Hubungan Turki-Indonesia”


Ketentuan Lomba:

1. Dibuka untuk peserta usia dibawah 19 tahun, baik pria maupun wanita di seluruh dunia

2. Ditulis dalam bahasa Indonesia dengan gaya penulisan populer

3. Diketik dengan format Times New Roman font 12, spasi 1.5, di atas kertas berukuran

A4 dengan panjang maksimal 5 (lima) halaman

4. Membayar biaya pendaftaran Rp 25.000,00 (sudah termasuk ‘free’ masuk acara

Festival Kebudayaan Turki tgl 4-5 Agustus 2007 atau di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Jakarta, dengan menunjukkan slip bukti transfer yang asli pada saat hari H), ke

rekening panitia:

Atas Nama : Nurahmawati

Bank : Mandiri KCP Puncak Mas, Jakarta

No. Rekening : 102-00-0417933-6

5. Tulisan dikirim dalam bentuk soft copy ke e-mail panitia Festival Kebudayaan Turki:

Discover.Turkey @ hotmail.com (tanpa spasi)

selambat-lambatnya diterima tanggal 17 July 2007 (Naskah), Transfer diterima paling lambat 07 July 2007

# Kiriman naskah disertai keterangan identitas diri (KTP/Kartu Pelajar),

nomor telpon, e-mail, dan tanda bukti/slip pembayaran (apabila naskah

dikirim melalui e-mail maka identitas & bukti pembayaran dapat di-scan).

# Apabila tidak ada keterangan identitas diri + bukti pembayaran, maka naskah

dianggap tidak sah.

6. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

7. Pengumuman pemenang dilakukan pada hari ke-2 Festival, yaitu Ahad, 5 Agustus

2007, di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Jakarta

# Pemenang dan finalis yang tidak dapat datang ke acara festival akan dihubungi

melalui surat dan hadiahnya dikirim ke alamat masing-masing.


Hadiah:

* Juara 1,2,3: piala/trofi, sertifikat + paket sponsor.

* 10 finalis mendapatkan sertifikat & goodie bag sponsor.