Negeri yang terdiri dari South Island dan North Island ini memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Industri pariwisatanya berkembang dengan baik sehingga wisatawan benar-benar dimanjakan. Kalian dapat menyaksikan keindahan alam NZ di beberapa film seperti The Lord of The Ring, The Last Samurai, The Cronicles of Narnia,salah satu film Jurrasic Park, Hercules dan beberapa film lainnya yang mengambil gambar di negeri ini.Subhanallah.
Memiliki ibukota Wellington namun kota yang terpadat dan teramai adalah Auckland. Beraneka suku bangsa tinggal di Auckland ini. Penduduk Auckland sangat bangga dengan kemegahaan Sky Towernya yang nampak dari penjuru kota. Sayangnya menara tersebut adalah menara casino terbesar di negeri tersebut.
Selain sky tower adapula harbour bridge yang menghubungkan Auckland City dan Northshore City. Dan bila kita ingin menyaksikan keindahan kota ini, kita dapat mendaki puncak Mt.Eden.Mendakinya naik mobil saja! Kegiatan favorit saya adalah berdiam diri dalam kendaraan yang diparkir di puncak Mt.Eden selepas Shubuh sambil menikmati terbitnya matahari. Subhanallah...indahnya suasana pagi!
Di negeri yang berpenduduk suku asli Maori ini saya memperdalam bahasa Inggris di KIWI English Academy dan Information System di UNITEC Institute of Technology, salah satu Institute of Technology terkemuka di NZ.
Ketika mengambil kelas bahasa Inggris, banyak kegiatan yang harus kami ikuti,a.l : horse riding di Montgomerie Farm yang terletak di pinggiran kota Auckland. Saya yang tak memiliki modal mengendarai kuda (padahal rumah di Jakarta berada di dekat Pacuan Kuda) akhirnya dapat mengendalikan kuda agar baik jalannya...tuk .. tik .. tak .. tik .. tuk (lho kok malah nyanyi?!). Wah, padahal kuda yang saya tunggangi maunya ngebut terus diantara pegunungan yang indah itu. Pemandangan pegunungan disana memang indah tetapi kalau jatuh dari kuda??? Bisa nyengir kuda khan?! Alhamdulillah kita sudah di briefing cara jadi penunggang kuda yang baik! Wuuuhhh seakan lagi dikejar musuh,,,seperti di film Lord of The Ring..settingnya menunjang banget! Cara menunggangnya beda dengan naik kuda di Gedong Songo dekat Ambarawa sana deh!
Selain jadi jockey kuda, saya juga sempat jadi penyiar televisi sekolahan. Jadi reporter, cari nara sumber, wawancara sekaligus jadi penyiarnya. Berasa kereeenn banget karena bisa jadi penyiar berbahasa Inggris di luar negeri, walaupun hanya level sekolahan tetapi jadi topik diskusi murid-murid laen!
Nah, pas kuliah barulah menjadi penyiar radio beneran. Radio berbahasa Indonesia untuk komunitas orang Indonesia di Auckland dan sekitarnya yang mengudara seminggu sekali. Setiap hari Sabtu malam saya isi hari-hari dengan siaran dan bekerja di restaurant.
Saya sempat bekerja di Malaysian Restaurant yang hanya menjual halal food yang diperuntukkan kaum Muslim. Restaurant ini memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga sejenis MUI di NZ. Dan ketika itu baru restaurant ini yang memiliki sertifikat halal. Penghasilan bekerja di restaurant ini sangat lumayan, apalagi saya bekerja hanya untuk mengisi waktu di tengah penatnya assignment dan ujian dari tempat kuliah. Selain menambah uang saku, nambah pengalaman juga bisa bertemu dengan orang-orang terkenal! Saya sempat berfoto bersama dengan Winston Peters yang saat itu memimpin salah satu partai terkenal di NZ dan akhirnya beliau sempat menjadi Deputy Prime Minister NZ, pernah juga bertemu dengan rombongan mentri dari Malaysia serta kewalahan melayani delegasi team bulutangkis Thomas dan Uber Cup dari Malaysian. Berbincang dengan Sidek sekeluarga yang saat itu menjadi pemain-pemain unggulan Thomas Cup Malaysia, eh sebenarnya nenek moyang mereka berasal dari Kebumen - Jawa Tengah lho!
Selama berada di NZ apapun yang belum sempat saya lakukan di Indonesia, akan saya kerjakan di sini. Ikutan "Round the Bays', kompetisi lari 8,5 km tahunan yang pesertanya ramaaaaiiii sekali, dari peserta yang masih bayi hingga manula turut ambil bagian di kompetisi ini walaupun nggak berharap menang namun menikmati kesegaran kota Auckland menyusuri pantai sangatlah menyenangkan!
Berkeliling Auckland dan kota lainnya dari udarapun pernah saya coba. Bahkan diajarin cara mengemudikan pesawat terbang yang baik dan benar. Waaah,,,,berasa jadi co-pilot beneran deh! Seharian saya keliling Auckland, Hamilton,Piha,Waitekere,dan sekitarnya dengan pesawat Cessna. Privat karena cuma tiga orang yang berada di pesawat terbang tersebut. Kalau ada kesempatan lagi pengeeennn rasanya nyetir pesawat terbang lagi!*** Petualangan yang seru dan mengingatkan akan cita-cita lama saya yang ingin menjadi pilot pesawat tempur.
*** Kesempatan ini akhirnya datang di tahun 2005 dan sampai kini saya terus belajar "menerbangkan pesawat terbang", baik secara teori maupun praktek simulator computer dan....terkadang "mencuri ilmu" di cockpit pesawat benerannya :-D